DEN

Diskusi Epigrafi Nusantara

DEN

Aksara Ulu dalam Kancah Modernitas/Modern

Nuzulur Ramadhona, M.HumPaei Komda Sumatera Dan Kalimantan Teras Aksara Ulu merupakan warisan budaya masyarakat Sumatera Selatan yang memiliki peran penting sebagai sarana komunikasi tertulis sejak abad ke-12 hingga abad ke-19 Masehi. Aksara ini digunakan dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat, seperti pencatatan hukum adat, penulisan naskah sastra, syair, doa, mantra, strategi perang, dan ilmu pengobatan tradisional. […]

DEN

Menilik Kembali Pemajangan Prasasti di Museum

Tyassanti Kusumo Dewanti PAEI Komda Jateng Teras Berita Prasasti, sebagai benda warisan budaya, menjadi salah satu objek yang mengisi ruang-ruang museum. Objek ini memiliki karakteristik unik ditinjau dari aspek intrinsik dan ekstrinsiknya. Kendati demikian, pemajangannya di museum kerap belum memadai. Bentuk ketidakidealan tersebut, menurut observasi penulis, bisa diamati pada beberapa aspek. Lebih lanjut, penulis juga

DEN

Jenis Ken untuk Pejabat Tinggi Dalam Prasasti Sima Masa Kayuwangi

Giri Purnomo Giripurnomo262@gmail.com Teras Berita Ken merupakan pakaian yang digunakan oleh kaum perempuan. Ken disebutkan dalam prasasti sima pada bagian pesek-pasek. Prasasti sima menyebutkan ken dalam berbentuk lembaran dengan satuan helai. Pasek diberikan oleh penerima sima sebagai hadiah kepada pejabat yang menghadiri prosesi upacara penetapan sima. Prasasti sima masa pemerintahan raja Rakai Kayuwangi Dyah Lokapala

DEN

Azimat dan Kekuatan Gaib: Tradisi Penyembuhan dan Perlindungan

Muh. SubairPAEI Komda Bali Nusra Sulawesi Azimat dalam budaya Bugis-Makassar memiliki sejarah panjang, di mana praktik dan penggunaan azimat berkembang sejak masa lampau. Berdasarkan penelitian, azimat berasal dari mantra yang dituliskan dalam bentuk simbol-simbol atau tulisan tertentu untuk tujuan spiritual. Tulisan ini akan menginformasikan latar belakang munculnya azimat, metode pembuatannya, serta kegunaannya dalam kehidupan masyarakat.

DEN

Pembelajaran dalam Sastra Jawa Abad ke-16

Abimardha KurniawanPAEI Komda Jawa Timur Materi disampaikan dalam Diskusi Epigrafi Nusantara Khusus di Sidoarjo, 26 Mei 2024. Sebelum mengenal model pendidikan modern seperti sekarang, masyarakat Jawa telah memiliki lembaga-lembaga pendidikan penting pada masanya. Salah satu yang paling terkenal adalah pesantren pada era pasca-Islamisasi. Jejaknya masih dapat disaksikan hingga kini. Sebagai lembaga pendidikan yang menghasilkan kader-kader

DEN

Proses Penetapan Prasasti Blanjong Menjadi Cagar Budaya Peringkat Nasional

I Made KusumajayaKetua Tim Ahli Cagar Budaya Tingkat Provinsi Bali Dalam upaya pelestarian terhadap cagar budaya, negara bertanggungjawab dalam pengaturan pelindungan, pengembangan dan pemanfaatan cagar budaya.  Acuan pelestarian didasarkan pada ketentuan yang dimuat dalam Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2010 Tentang Cagar Budaya, bahwa pemerintah (Kabupaten/Kota, Provinsi dan Pemerintah Pusat) diwajibkan melakukan pemeringkatan terhadap Objek Yang

DEN

Prasasti Sebagai Data Penting dalam Penetapan Situs Cagar Budaya Kampus Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana

Ni Ketut Puji Astiti Laksmi & Rochtri Agung BawonoPRODI ARKEOLOGI FIB UNUD I PENDAHULUAN Tulisan ini bertolak dari pesan yang disampaikan oleh Ninie Susanti, seorang epigraf senior yang juga merupakan Ketua Pusat Persatuan Ahli Epigrafi Indonesia (PAEI) untuk generasi penerus pada acara Seminar dan Workshop Nasional Epigrafi Indonesia tahun 2022 dalam artikelnya yang berjudul ”Epigrafi

DEN

Prasasti Masa Hindu-Buddha di Nusantara sebagai Sumber Belajar Sejarah Peserta Didik Jenjang SMK/MAK pada Pembelajaran Sejarah Kurikulum Merdeka

Naufal Raffi ArrazaqJurusan Pendidikan Sejarah, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Gorontalo Artikel ini bertujuan untuk menyampaikan informari tentang pemanfaatan prasasti masa Hindu-Buddha di Nusantara sebagai sumber belajar sejarah bagi peserta didik jenjang SMK/MAK dalam pembelajaran sejarah Kurikulum Merdeka. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan prasasti sebagai sumber belajar sejarah di SMK/MAK

DEN

Tinggalan Prasasti di Semenanjung Muria dan Banyumas

Shoim Abdul Aziz, S.S. Komisariat Daerah D.I. Yogyakarta Teras Berita  Daerah sebaran yang kaya prasasti selama ini dikenal di Jawa bagian tengah. Pada perjalanan penelitian yang telah dilakukan , ternyata wilayah bagian utara dan selatan Jawa juga memiliki tinggalan prasasti. Tulisan ini membahas tinggalan prasasti di Kab. Jepara, Kab. Pati dan Kab. Banyumas dengan mendeskripsikan

DEN

Inskripsi pada Lonceng-Lonceng Masa Kolonial di Kabupaten Kulon Progo

Danang Indra Prayudha PAEI Komda DIY Teras Berita  Inskripsi yang ada di lonceng-lonceng masa Kolonial di Kabupaten Kulon Progo banyak ditemukan di daerah Kalibawang, yaitu satu kapanewon yang berada di Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta. Di kapanewon tersebut tersebar lonceng berbahan logam yang dibuat di Belanda dengan inskripsi berbahasa Jawa. Oleh masyarakat setempat, lonceng-lonceng

Scroll to Top